The 14th IKPII International Education Expo, 7-8 Januari 2012

Pada postingan perdana ini, saya ingin melaporkan mengenai pameran yang pertama kali saya kunjungi di 2012 ini, yaitu “the 14th IKPII International Education Expo” atau dalam bahasa Indonesianya “Pameran Pendidikan Internasional IKPII ke 14”, bertempat di Jakarta Convention Center, ruang Merak (bagi yang kurang hafal, ruang Merak itu di lantai basement di hall yang paling kanan).

Kesan pertama: pameran ini kelihatannya sepi pengunjung. Jumlah mobil yang terparkir di pelataran parkiran terlihat sangat lenggang. Saya melihat sepinya pameran ini dari beberapa kemungkinan:

 

  1. Hari ini adalah hari terakhir libur sekolah (besok Senin tanggal 9 adalah hari pertama sekolah), sehingga mungkin kebanyakan orang lebih memilih untuk menghabiskan sisa liburannya ke mall atau tempat hiburan lainnya. Mungkin lebih ramai ketika hari pertama Sabtu kemarin..
  2. Seperti lagunya Milli Vanilli, “Blame It On The Rain” (2 hari terakhir ini hujan terus, bahkan kucing pun juga malas untuk keluar rumah) :p
  3. Bulan kelulusan anak sekolah itu biasanya Maret, jadi Januari masih terlalu dini buat memikirkan mau melanjutkan sekolah dimana.

Tanpa terlalu lama, saya masuk ke ruang pameran. Boleh dibilang ini adalah salah satu pameran terkecil yang pernah saya kunjungi. Diikuti oleh paling tidak cuma 40an booth, yang diisi dari perwakilan universitas-universitas swasta luar negeri, seperti Inggris, Amerika, Malaysia, Australia, bahkan dari negeri yang terbilang “antah-berantah” seperti Polandia dan Swiss.

 

Masuk ke pameran ini gratis, cuma perlu registrasi dulu. Mbak-mbak yang menjaga meja registrasi tidak ada yang physically attractive, jadi pick-up lines saya (yang biasa saya pakai buat menjaring no. hp SPG dan resepsionis) kali ini disimpan dalam hati saja :p . Paling tidak dengan mendaftar bisa dapat carry bag buat menyimpan brosur dll. Lumayan di dalamnya ada pulpen 😀

 

Pameran ini sepertinya ditujukan bagi yang berminat mengambil program Graduate (S-1), karena kebanyakan booth menonjolkan program-program studi buat lulusan SMA. Saya tadinya ketika bertujuan mendatangi pameran ini, sempat terpikirkan untuk mencari juga informasi soal program Post-Graduate (S-2 keatas), tapi akhirnya yah, karena sepertinya pameran ini bukan buat saya, ya tidak jadi :p

Yang menghadiri pameran ini kebanyakan anak-anak usia SMA, beberapa disertai orang tua mereka. Disediakan meja dan kursi bagi para pengunjung untuk beristirahat, terdapat juga 2-3 stand snack bar untuk sekedar melepas haus disertai sedikit cemilan. Petugas dari event organizer terlihat tersebar dimana-mana (kalau boleh jujur, saya merasa lebih banyak orang-orang event organizernya dibanding pengunjung pamerannya :p ). Oh ya, pameran ini diselenggarakan oleh IKPII (Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia), dan kalau sudah diselenggarakan sampai 14 kali, berarti animo untuk pameran seperti ini cukup besar juga..

Iseng-iseng menghadiri salah satu presentasi yang terjadwal di pukul 14.30, yaitu presentasi dari Monash University (MU), Australia. Kebetulan salah satu teman kantor jebolan dari universitas ini, jadi saya ingin lihat seperti apa sih presentasinya..

Presentasi dari Monash University ini di bawakan oleh pak Kevin, perwakilan dari SUN (agency untuk MU). Seharusnya pembicaranya langsung dari pihak MU, tapi sepertinya berhalangan hadir, sehingga saya agak sedikit kecewa..

Singkatnya, MU adalah salah satu “top eight university” di Australia. Pak Kevin membanggakan bahwa ada 2 researcher dari MU yang mendapatkan hadiah Nobel tahun 2007 di bidang climate and weather, atas kontribusinya terhadap riset lingkungan yang diprakarsai Al Gore (masih ingat film “An Inconvenient Truth”?). Pak Kevin juga menonjolkan beberapa daya tarik utama dari MU, seperti kampus Clayton yang luas dan nyaman (dari slide yang diperlihatkan, saya mau banget kuliah di sana. Suasananya eco-green, ada fasilitas olahraga yang lengkap, health facility, dll.). Oh ya, katanya wakil presiden kita pak Boediono lulusan MU juga lho..

Kemudian ada fakta yang menarik yang dipaparkan pak Kevin: dari riset yang diadakan di Australia, dimana anak sekolah tingkat SMA ditanya mau kemana melanjutkan studinya, ada trend bahwa saat ini kebanyakan siswa lebih berminat untuk melanjutkan ke MU dibanding ke Melbourne University (MELBU), dimana trend minat untuk ke MU semakin tinggi dari tahun ke tahun, sedangkan ke MELBU sebaliknya.

Menurut pak Kevin, hal ini disebabkan semenjak 2007 MELBU menerapkan apa yang disebut “Melbourne University Model”, dimana mahasiswa dari tahun pertama tidak langsung diberikan program-program studi yang terpusat pada jurusannya, tapi diberikan program studi generik, mirip dengan model program studi universitas-universitas di Indonesia. Sedangkan MU dari tahun pertama langsung terkonsentrasi pada jurusannya. Walhasil, waktu studi di MELBU jadi lebih panjang (kurang lebih 4 tahun) sedangkan MU jauh lebih singkat (3 tahun).

Menurut saya pribadi, model-model studi yang ditawarkan MU dan MELBU masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal pilih: mau program studi yang panjang tapi jadi lulusan yang lebih berwawasan, atau yang pendek dan jadi lebih terfokus pada bidangnya..

Sekian laporan dari pameran kali ini. Sekarang saya mau browsing brosur-brosur yang terkumpul, siapa tahu ada tawaran program studi ilmu “cepat kaya tanpa miara ngepet atau tuyul” :p

– Jakarta, 8 Januari 2012-

Advertisements

Masukan anda sangat berarti:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s