Trend Property Expo, 2 Februari – 13 Februari 2012

Liputan kali ini adalah mengenai pameran properti yang dilangsungkan (seperti biasa) di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Dari segi jumlah pengunjung, pameran ini banyak pengunjungnya. Sekilas tampak pasangan-pasangan muda yang sibuk mewawancarai para sales agent, beberapa ekspatriat juga tampak sedang mengamat-amati beberapa maket rumah/apartemen yang di display, bahkan terlihat juga beberapa orang tua beserta anak remajanya yang sepertinya menimbang-nimbang kecocokan harga, lokasi, dan kecepatan serah-terima unit rumah/apartemen yang diminati.

Beberapa pengembang ternama (seperti Ciputra, Modernland, Argo Podomoro, WiKa, Jaya Property, dll.) nampak menjadi peserta pameran kali ini, termasuk beberapa pengembang yang belum pernah saya dengar sebelumnya (misal: NAZ Group, Propindo Sedayu, Spekta Properti, dll.). Area yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari daerah Cibubur, Depok, Bogor, Lenteng Agung, Kebagusan, bahkan sampai di daerah pusat kota sekalipun. Hampir setiap stand mendisplay maket bangunan rumah / apartemen yang ditawarkan, sangat membantu para pengunjung untuk memperoleh gambaran.

Baiklah, mari saya ceritakan pengalaman saya. Ketika masuk dari pintu depan, nampak para sales agent sudah bersiap-siaga mencegat para pengunjung potensial, tentunya dengan brosur di tangan dan kartu nama di kantong jas atau dompet. Dan para sales agent ini tidak diskriminatif, siapa pun yang lewat disapa dengan ramah sambil dipersilakan untuk mengambil brosur dan mengajukan pertanyaan.

Sedikit berbagi pengalaman: dulu, kalau dengan pengunjung yang penampilannya tidak ‘meyakinkan’, para tenaga penjualan ini agak sedikit kurang ramah dalam melayani pertanyaan-pertanyaan. Mungkin dalam pikiran mereka, “ah, paling cuma nanya doang trus gak closing”. Sekarang sikap tersebut tidak nampak sama sekali. Oh ya, saya berkunjung ke pameran ini dengan jeans belel yang sudah robek sana-sini, jaket biker, kaos hitam bergambar band metal, dan safety boots. Terlihat kurang ‘meyakinkan’? Silahkan anda nilai sendiri, hehehe..

Sales agent yang pertama berbincang-bincang dengan saya menawarkan apartemen kelas menengah di bilangan Bekasi Timur, BTC Residence. Lokasinya persis di atas Bekasi Trade Center (kalau anda melewati jalan tol Jakarta – Cikampek arah ke Jakarta, pasti tahu lokasinya). Ditawarkan dengan harga yang cukup kompetitif, mulai dari Rp. 170 juta, serah-terima kira-kira Juli 2013. Berhubung saya juga sedang menjajaki untuk mempunyai properti sendiri, saya simpan dulu referensi ini, dan meminta kartu nama sales agent nya untuk korespondensi berikutnya (walaupun dalam hati saya sudah pasti tidak akan melakukannya, soalnya lokasinya tidak ideal).

Berikut, apartemen Royal Kebagusan City, lokasi di T.B. Simatupang, dengan penawaran antara Rp. 215 juta (tipe studio 22 m2) sampai Rp. 365 Juta (2 kamar tidur/KT 37.5 m2), serah-terima sekitar Februari 2014. Yang ini pun juga saya simpan sebagai referensi masa depan (“yang ini boleh dipertimbangkan lebih lanjut”, dalam hati saya)..

Melangkah sedikit ke dalam, penawaran dari apartemen Pancoran Riverside membuat langkah saya terhenti sebentar (kalau boleh sharing, idealnya saya mencari yang masih di bilangan Jakarta Selatan, dengan berbagai alasan yang kelewat panjang kalau ditulis di sini). Tipe studio 25 m2 ditawarkan Rp. 178 Juta, paling luas tipe 2 KT 33.5 m2 seharga Rp. 263 Juta. Sayang serah-terima nya menurut saya sedikit kelamaan, Oktober 2014. Tapi saya sempat tukar-tukaran kartu nama dengan mbak sales agent nya, kalau-kalau saya butuh lihat site location dan show unit nya. Tapi tidak sekarang..

Bagaimana dengan yang rumah tinggal? Karena stand Bintaro Jaya terbilang cukup menyolok di pameran ini, saya pun meyempatkan diri berkunjung. Promo yang ditawarkan di pameran ini adalah cluster terbaru mereka, Discovery Fiore. Terletak di bilangan Boulevard Bintaro Jaya, dekat Sekolah BPK Penabur, pokoknya sektor 9 lewat lah. Serah-terima nya pun lumayan cepat, Mei 2014 (untuk ukuran rumah tinggal cluster baru ya). Cuma harganya wow, Rp. 1.1 sampai 1.6 milyar, tak terjangkau. Terlihat terbersit rasa kecewa dari sales agent nya (yang ramah sekali menjelaskannya) ketika saya informasikan plafon saya paling cuma separuhnya. Maaf ya pak..

Mengitari area pameran sedikit, terlihat stand Grand Depok City. Lokasi di area Depok Lama, dekat Depok Fantasi Water Park (berdasarkan brosur), masuk dari jalan R.A Kartini. Sales agent nya menginformasikan serah-terima tahun ini tapi tidak bilang persisnya kapan. Harga berkisar Rp. 330 juta – 923 juta.

Kenapa rentang harganya cukup luas? Menurut sales agent nya, Grand Depok City ini desainnya akan menjadi seperti kota mandiri nantinya, dan luas kavling keseluruhannya (kalau tidak salah dengar) sekitar 3.7 hektar, terbagi menjadi 9 cluster. Dan tiap cluster ada 2 – 5 tipe rumah. Kalau dari segi harga, saya tertarik, cuma sayangnya daerah Depok, mesti ganti KTP dong..

Kembali berkeliling, berhenti sebentar di stand Kafi Terrace. Lokasi di selatan Jakarta bilangan Jagakarsa dan sekitarnya. Kembali saya disodorkan fakta bahwa harga rumah tinggal di Jakarta Selatan sudah melambung tinggi (Rp. 1.4 milyar – 2.5 milyar). “Cukup tau aja” istilah populernya..

Sepertinya properti pertama saya bukanlah rumah tinggal, kembali saya mencari-cari penawaran apartemen yang cukup atraktif. Seorang sales agent yang ramah menyapa saya untuk melihat-lihat penawaran dari Heritage Tamansari Fatahillah. Letaknya strategis sekali: jalan Kemukus, Jakarta Kota, Jakarta Pusat, tinggal selangkah dari Stasiun Beos dan pool Busway. Tipenya low-rise, hanya 6 lantai, dan terbatas cuma 2 blok. Ditawarkan dengan harga Rp. 340 juta (studio 19.2 m2) hingga paling mahal tipe 3 KT 56.3 m2 Rp. 934 juta. Menurut sang sales agent, cocok untuk investasi dengan expected rental rate sekitar Rp. 8-10 juta / bulan (tahun pertama). Jujur, saya tidak tahu apa-apa mengenai hunian apartemen sebagai investasi seperti ini, jadi saya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala saja mendengar penjelasan beliau. 2 KT yang saya incar diitawarkan Rp. 673 juta, waduh..

Terakhir, dekat pintu keluar, stand dari Green Lake View, di bilangan Ciputat. “Hmm, daerah Selatan nih” terngiang di pikiran saya ketika menghampiri stand. Harga mulai dari Rp. 148 juta (studio 21.5 m2) sampai Rp. 375 juta (1 KT 55 m2), sedangkan 2 KT 43.5 m2 dibanderol Rp. 297 juta. Tanpa banyak tanya-tanya, saya cuma minta brosur dan nomer yang bisa dihubungi. Sepertinya yang ini bisa dipertimbangkan serius..

Keseluruhan: pameran ini sangat bermanfaat buat anda yang sedang mencari tempat tinggal, baik untuk dihuni sendiri maupun untuk investasi. Dan penawaran yang ada di pameran ini pun cukup atraktif. Diskon harga unit bisa mencapai 10% (beberapa bahkan termasuk PPN). Booking fee yang tadinya Rp. 5 juta dikorting menjadi cukup Rp. 1 juta saja. Menarik bukan?

Sekarang tinggal diskusi dengan keluarga, sebaiknya saya ambil yang mana..

-Jakarta, 12 Februari 2012-

Advertisements

Masukan anda sangat berarti:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s