Gelar Karya Produk Kreatif UKM 2012, 21-25 Maret 2012

Sepertinya geliat UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Indonesia tidak akan ada habis-habisnya dan tetap menarik untuk dibahas. Sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi di Indonesia (yang dimana industri ini cukup banyak membantu perekonomian Indonesia bertahan ketika krisis ekonomi global 2008), UKM saat ini sedang giat-giatnya menunjukkan jati dirinya. Berbagai workshop dan pameran mengenai entrepreneurship dan UKM pun juga bertebaran dimana-mana bagaikan cendawan di musim hujan.

Salah satunya adalah pameran yang saya liput kali ini, bertajuk “Gelar Karya Produk Kreatif UKM”, yang berlangsung di JCC Hall A.

Penjadwalan pameran ini agak sedikit tidak diuntungkan karena bertepatan dengan long weekend (yang notabene warga biasanya memilih untuk jalan-jalan keluar kota), sehingga dari pengamatan saya jumlah pengunjung yang terlihat di pameran ini boleh dibilang sedikit sekali.

Peserta pameran terdiri dari berbagai macam jenis industri. Ada industri pakaian dan tekstil, industri boga, industri kerajinan, dan lain-lain. Kebanyakan peserta adalah usaha-usaha kecil menengah yang di endorse oleh BUMN, seperti Krakatau Steel, Jamsostek, PTPN, dan lain-lain. Tapi saya juga melihat para pelaku usaha yang independen juga turut serta di pameran ini.

Seperti biasa, industri tekstil batik masih tampak mendominasi pameran. Salah satunya adalah batik Trusmi yang terkenal dari Cirebon.

Koleksi Batik Trusmi

Sedikit memutar-mutar area pameran, penampilan dari salah satu stand boga menarik perhatian saya, yaitu jamur crispy. Kelihatannya enak dan gurih, sayang waktu saya berkunjung, stand-nya sudah tutup.

Jamur Crispy

Salah satu stand menawarkan jasa waralaba usaha bikin kebab dengan promo “investasi lebih murah 50% dari waralaba sejenis”, cukup menarik bagi anda yang mempertimbangkan ingin punya usaha sampingan..

Franchise Kebab Zahfy

Buat anda yang ingin membuat gantungan kunci dari kayu dengan ukiran nama anda, salah satu stand menyediakan jasa ini dengan harga penawaran yang menarik.

Produk dari kulit seperti dompet, jaket, sepatu dan tas juga mewarnai pameran ini. Stand-stand dari daerah sentra industri produk ini (seperti Bandung, Medan, Sidoarjo) bisa anda temukan di area selatan pameran.

Saya sempat mampir sebentar di stand produk safety shoes “Karbolo”, dan berbincang-bincang dengan penjaganya. Menarik untuk disimak bahwa produk-produk hasil UKM ini dari segi kualitas tidak kalah dengan produk sejenis dari luar negeri, dan dengan harga yang cukup bersaing. Sepasang safety shoes lokal ini (lengkap dengan protector baja) dibandrol Rp. 189 ribu saja (yang impor pernah saya cek di Lindeteves harganya Rp. 250 ribu). Modelnya pun cukup atraktif.

Tak sengaja bertemu dengan pak Shodiq, seorang sahabat lama dari jaman SMA. Beliau menunjukkan satu stand yang menarik di pameran ini, yaitu Curug Gentong.

Pak Shodiq

Tunggu sebentar, Curug Gentong? Artinya “air terjun gentong” dong? Betul sekali!. Ternyata di stand ini ditampilkan kerajinan yang memanfaatkan gentong, dimana sang produsen membuat semacam diorama air terjun di dalam gentong yang sudah dibelah. Diorama air terjun ini lengkap, ada lampunya, ada pompa airnya, dan juga ada komponen-komponen yang bergerak, sehingga hasil akhirnya indah sekali, sangat bagus sebagai aksesori ruangan rumah anda.

Curug Gentong

Berpisah dengan kawan saya, saya melanjutkan mengelilingi area pameran. Aroma harum makanan menggoda perut saya yang kebetulan sedang lapar-laparnya, membuat saya mampir sebentar di stand “De’Klappie”. Seperti yang disiratkan namanya, stand ini membuat berbagai variasi klaapentart (kue loyang berbahan dasar kelapa). Ada yang rasa original, ada yang rasa coklat, ada yang rasa green tea, dll. Satu loyang ukuran 20 X 7 X 5 cm dihargai Rp. 50 ribu. Ada juga yang dikemas kecil-kecil mirip cupcake, tapi maaf saya lupa menanyakan harganya.

Tanpa pikir panjang (karena lapar), saya beli satu loyang. Rasanya enak sekali, rasa manis dan tekstur adonannya pas di lidah. Sayang menurut penjaga stand-nya, mereka belum punya outlet, sehingga saat ini masih menjajakan secara “gerilya”   yaitu melalui Internet dan media sosial.

Setelah mengisi perut sebentar, kembali memutari area pameran. Berbagai kerajinan dari kaca dan pecah belah, perhiasan dan aksesoris, olahan madu, olahan bahan-bahan daur ulang dan kerajinan-kerajinan tradisional dan kontemporer menjadi penutup rangkaian kunjungan saya kali ini. Ada juga stand yang cukup kreatif untuk menarik minat perhatian pengunjung, seperti yang bisa anda lihat di bawah ini.

Akhir kata, keberadaan dan pertumbuhan UKM di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih baik. Masih saya suka dengar bahwa keberpihakan dunia keuangan kepada permodalan UKM masih terbilang rendah. Sudah saatnya paradigma itu dirubah..

-Jakarta, 23 Maret 2012-

Advertisements

Masukan anda sangat berarti:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s