FOCUS 2014 “Capture Your Moment”, 5–9 Maret 2014

Focus 2014 - 20140307 -1

Sebelumnya, saya harus meminta maaf kepada para pembaca sekalian, karena tahun lalu tidak produktif dalam membuat tulisan. Penyakit malas yang cukup kronis bisa dibilang sebagai causa prima-nya, disamping tahun lalu saya cukup aktif bermain sepeda gunung bersama kawan-kawan kantor. Mungkin juga penyebabnya rasa bosan bahwa pameran-pameran yang ada sifatnya repetitif dengan sedikit variasi yang kadang tidak cukup menarik bagi saya untuk menyempatkan datang berkunjung. Tapi ah, apalah arti seribu alasan kalau ujung-ujungnya cuma satu: dasar pemalas (mungkin harus saya ganti blog title-nya menjadi “Dasar Tukang Malas” Open-mouthed smile )

Anyway, pameran digital imaging FOCUS 2014 menjadi pilihan saya sebagai pembuka reportase untuk tahun 2014 ini. Boleh dibilang datang ke pameran ini hukumnya bagaikan sunnah muakkadah bagi saya. Sebelum datang ke pameran, sempat bertemu kawan lama sebentar, dan dia bercerita bahwa ada rasa sedikit sesal sudah 2 tahun berturut-turut melewatkan pameran ini. Don’t worry bung, saya coba ceritakan lengkap di sini sebagai ganti kunjungan..

“Capture Your Moment”… tagline pameran kali ini seakan mengingatkan kembali tujuan dasar dan basic function dari fotografi: membekukan suatu kejadian di suatu masa agar dapat di.. revisit kapan pun kita mau. Dalam pengejawantahannya, berarti membutuhkan perangkat foto yang bisa autofocus dengan cepat, depth-of-field yang lebar, penampilan yang tidak mengintimidasi (discreet), pengoperasian yang tidak ribet, dan tentunya kualitas gambar yang prima bahkan di ISO tinggi sekali pun. Apakah berarti pameran kali ini akan menghadirkan perangkat-perangkat dengan kriteria-kriteria tersebut? Mari kita coba cari tahu..

Masuk area lobby, masih sama seperti dulu, dijadikan gallery foto-foto hasil karya siswa sekolah-sekolah fotografi dan klub-klub fotografi. Juga terdapat panggung untuk acara-acara workshop dan talkshow. Saya sertakan jadwalnya di sini bila pembaca ada yang berminat mengikuti salah satunya.

Focus 2014 - 20140307 -2Focus 2014 - 20140307 -3Focus 2014 - 20140307 -4Focus 2014 - 20140307 -5

Layout hall area pameran (sekali lagi) masih relatif sama dengan yang dulu-dulu. Oke, keuntungan utama dari layout yang sama adalah pengunjung bisa dengan cepat menuju area sasarannya (misal: datang ke pameran ingin beli lensa Tamron, silahkan langsung menuju booth-nya di sebelahnya stand Olympus depannya stand Tokina), tapi andaikan dirubah total, tentunya ada penyegaran bukan?

Apa yang menarik kali ini? Saya buat dalam bentuk daftar ya..

1. Fujifilm

Kamera mirrorless terbaru X-T1 adalah pencuri perhatian saya di sini. Struktur bodinya kokoh dan kompak (diklaim weather-proof), control dial yang sangat photographer-friendly (ada dial untuk pengaturan cepat setelan ISO), dan EVF (Electronic View Finder: jendela bidik elektronik) yang inovatif: parameter pemotretan seperti shutter speed, aperture dan ISO sekarang mengikuti orientasi kamera (portrait atau landscape), sesuatu yang belum terpikirkan para pesaingnya. EVF-nya juga sangat cepat refresh rate-nya, nyaris tanpa lag. Sistem autofocus kombinasi phase-detect dan contrast-detect nya juga gegas. Sementara ditawarkan kit-only (dengan lensa 18-55 sekitar Rp 21 Juta), dan baru tersedia warna hitam saja. Untuk warna black and silver gaya retro masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut. Sungguh saya sangat tergoda untuk beralih sistem ke Fujifilm X-T1 ini..

X100S pernah saya pertimbangkan untuk menggusur posisi X20 saya sebagai carry-to-anywhere camera di tas pinggang saya. Sensor APS-C X-Trans yang diusungnya menghasilkan gambar yang luar biasa bersih bahkan di ISO 3200 sekalipun. Sayang fixed lens 23mm nya bagi saya  tidak cukup fleksibel untuk berbagai kondisi. Tapi ini hanya soal selera ya..

Focus 2014 - 20140307 -6Focus 2014 - 20140307 -7Focus 2014 - 20140307 -8Focus 2014 - 20140307 -9Focus 2014 - 20140307 -10Focus 2014 - 20140307 -11

2. Sony

A7 dan A7R, full-frame mirrorless pertama di dunia menjadi buruan para pengunjung di sini. A7R mengusung sensor 36 megapixel, sistem autofocus contrast detect, dan tanpa optical low-pass filter, digadang menghasilkan kualitas foto yang prima. Tapi entah kenapa, saya merasa EVF-nya sedikit nge-lag, dan autofocus nya relatif lebih pelan dibanding yang lainnnya.

Tapi lain cerita dengan A7, EVF-nya kencang dan autofocusnya sangat gegas. Tapi trade-off nya : resolusinya hanya 24 megapiksel dan dengan optical low-pass filter, di atas kertas kualitas gambarnya lebih inferior dibanding saudaranya A7R, tapi sejauh saya coba, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Sepertinya Sony menawarkan 2 model yang berbeda tersebut agar pengguna bisa leluasa memilih mana yang lebih sesuai kebutuhan: gambar prima tanpa cela, atau kemampuan menangkap momen tanpa miss. A7 ditawarkan Rp 22.1 Juta, sedangkan A7R sedikit lebih mahal : Rp 25 Juta

A5000 sebagai penerus NEX-5 ditawarkan dengan harga yang cukup atraktif, sangat menggoda bagi yang ingin  meminang mirrorless untuk pertama kali. Atau bagi yang tidak mau repot membawa-bawa kamera tapi tidak puas dengan hasil jepretan smartphone, modul kamera tambahan untuk smartphone QX-10 atau QX-100 bisa menjadi pilihan.

Di stand ini Sony juga berbaik hati menyediakan props dan para modelnya agar para pengunjung bisa langsung menguji coba sendiri kamera-kamera yang dipajang.

Focus 2014 - 20140307 -12Focus 2014 - 20140307 -13Focus 2014 - 20140307 -14Focus 2014 - 20140307 -15Focus 2014 - 20140307 -16Focus 2014 - 20140307 -18Focus 2014 - 20140307 -19

3. Canon

Target saya di booth ini adalah 70D, sang penerus 60D. Perbaikan-perbaikan yang ada di 70D adalah : sensor 20 megapixel, sistem autofocus dual-pixel yang diklaim bisa lebih cepat fokus pada mode live-view, dan tentunya Wi-Fi built-in. Body only bisa ditebus seharga Rp. 10.8 Juta saja.

Di booth Canon ini juga sedang berlangsung update firmware dan cleaning sensor gratis. Silahkan dicoba bagi anda yang merasa sensor kameranya sudah penuh debu..

Di sini saya juga menyempatkan untuk membeli batere cadangan LP-E6, dibanderol seharga Rp 900 Ribu, lebih murah 50 ribu dibanding harga normal.

Focus 2014 - 20140307 -20Focus 2014 - 20140307 -22Focus 2014 - 20140307 -23Focus 2014 - 20140307 -24

4. Nikon

Saat saya mampir, sedang ada workshop mengenai menu-menu yang ada di kamera Nikon (saya lupa menanyakan lagi bahas kamera model yang mana). Menarik bahwa ada satu setting-an menu yang kadang suka lupa di setel oleh para user : automatic orientation. Setting ini sangat berguna bagi anda yang tidak mau repot me-rotate foto-foto (defaultnya semua di jadikan landscape biarpun anda motretnya dalam orientasi portrait) dari kamera di komputer anda.

Focus 2014 - 20140307 -17

Ah, Nikon Df, full-frame Nikon yang pertama kalinya mengusung desain retro. Menggunakan sensor yang setipe dengan D800 (36 megapixel), control dial mekanik untuk pengaturan cepat shutter speed, exposure compensation dll, body full magnesium tahan cuaca, tapi minus fitur video. “Tidak ada video-nya?”, betul sekali, kamera ini khusus untuk mengambil still photo saja, bukan untuk merekam video. Hmm, agak terlalu… naif bagi saya untuk kamera seharga Rp 33 Juta tidak menyediakan fasilitas bagi para videographer. Kamera ini benar-benar untuk pangsa pasar yang sangat khusus, niche market istilahnya..

Focus 2014 - 20140307 -25Focus 2014 - 20140307 -26

5. Samsung

Apa yang lagi promo besar-besaran di sini? Ooh, rupanya NX30, mirrorless termutakhir dari Samsung. Sensor 20.3 megapixel APS-C, layar full-tilt AMOLED, autofocus hibrida phase dan contrast detect, dan satu yang unik: EVF-nya bisa ditarik dan ditekuk ke atas untuk pemotretan low-angle. Untuk kamera dengan fasilitas yang jor-joran seperti ini, dibanderol Samsung dengan harga yang relatif sangat murah : Rp 12.5 Juta saja, kit dengan lensa 18-55mm

Focus 2014 - 20140307 -29Focus 2014 - 20140307 -30Focus 2014 - 20140307 -31

6. Olympus

“Pokoknya harus lihat EM-1 sama EM-10”, itu adalah salah satu hal di benak saya ketika berniat mengunjungi pameran ini 2 minggu sebelumnya. EM-1 sebagai kasta tertinggi Olympus di mirrorless di pameran ini dihargai Rp 19.6 Juta, Rp 28 Juta kalau dengan lensa 12-42mm f2.8 Pro (mohon diingat bahwa kalau di kamera micro four-thirds, focal length-nya dikali 2 ya, berarti 12-42mm setara dengan 24-84mm di kamera full-frame). Sedikit lebih berat dan lebih besar dibanding X-T1 nya Fujifilm, entah kenapa mengingat ukuran sensornya lebih kecil. Tapi yang pasti, harganya yang mahal is worth every penny : EVF-nya jernih dan cepat, touch-screen tiltable yang sangat fungsional, dan kecepatan autofocus yang luar biasa gegas untuk ukuran sistem contrast-detect.

Sedangkan EM-10 sebagai “saudara bungsu” dari seri OM-D dijual seharga Rp 7 Jutaan dengan kit lens. Saya sempat berpikiran untuk menjadikan EM-10 ini sebagai pengganti X20, tapi hasil jepretan di ISO 1600 nya saja bagi saya sudah keliwat… kasar noise-nya.

Focus 2014 - 20140307 -27Focus 2014 - 20140307 -28

7. Panasonic

Kandidat lain untuk menggeser posisi X20 sebagai kamera saku saya adalah Panasonic GX7. Ukurannya yang benar-benar mungil (sempurna untuk street photography), ditambah EVF-nya yang bisa dilipat keatas, dan Wi-fi built-in, adalah daya tarik utama yang menggoda saya. Di pameran kali ini ditawarkan seharga Rp 9 Juta dengan kit lens 12-42mm. Tapi sekali lagi, kualitas foto ISO tinggi kamera micro four-thirds masih kalah dibanding X20 saya, mengurungkan niat meminang.. Oh ya, menurut saya desainnya sedikit banyak mirip NEX-6 nya Sony, bagaimana menurut anda?

Focus 2014 - 20140307 -34

8. Tamron

Lensa zoom raksasa 150-600mm VC USD yang baru dirilis awal tahun ini sudah hadir di Indonesia, dan bisa ditebus dengan Rp 13 Juta saja, cukup murah menurut saya. Kalau ada uang lebih saya tertarik untuk memilikinya, untuk memotret bulan purnama dan obyek-obyek angkasa lainnya.

Focus 2014 - 20140307 -38

Saya berkesempatan untuk mencicipi 70-200 f2.8 VC USD, dan kesan pertama kualitas gambar yang dihasilkan memuaskan, minim distorsi dan tajam dari tengah sampai pinggir, bahkan di bukaan f2.8 sekalipun. Saya berikan contoh shot-nya di bawah ini (posisi 70mm dan 200mm). Lensa ini dijual Rp 14 Juta, jauh lebih murah dibanding lensa orisinal yang bisa mencapai Rp 23 Jutaan.

Focus 2014 - 20140307 -48Focus 2014 - 20140307 -49

 

Sisa area pameran diisi oleh para peserta yang sudah tidak asing lagi, semisal toko-toko kamera ternama, komunitas-komunitas fotografi, majalah fotografi, dan perlengkapan kamera lainnya seperti lighting studio dan memory card. Jasa pendukung seperti pencetakan foto, frame dan photobook pun ada. Toko-toko yang sudah punya nama besar seperti camzone banyak memberikan bonus-bonus penjualan seperti tas, jaket dan bahkan tripod, disamping bundling yang harganya cukup atraktif.

Focus 2014 - 20140307 -32Focus 2014 - 20140307 -33Focus 2014 - 20140307 -35Focus 2014 - 20140307 -36Focus 2014 - 20140307 -37Focus 2014 - 20140307 -43Focus 2014 - 20140307 -46Focus 2014 - 20140307 -39Focus 2014 - 20140307 -45

Oh ya, pihak penyelenggara mengadakan lomba foto model selama pameran lho, dengan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang.  Uniknya, model yang akan difoto tidak diam di satu panggung, tapi mengelilingi area pameran. Jadi peserta yang ingin menang ditantang kreatif mencari timing dan lokasi yang pas.

Focus 2014 - 20140307 -40Focus 2014 - 20140307 -41Focus 2014 - 20140307 -42Focus 2014 - 20140307 -44Focus 2014 - 20140307 -47

Penutup: bisa jadi kamera mirrorless dengan kemampuan Wi-Fi dan autofocus hybrid akan menjadi trend tahun ini, dan perlahan akan mulai menggerogoti segmen DSLR konservatif. Canon dan Nikon sepertinya masih setengah hati untuk terjun ke mirrorless, semoga tahun ini ada terobosan baru dari mereka..

Advertisements

Masukan anda sangat berarti:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s