About arqomx

weekdays banker, weekend athlete, part-time photojournalist, all-time Moslem

FOCUS 2014 “Capture Your Moment”, 5–9 Maret 2014

Focus 2014 - 20140307 -1

Sebelumnya, saya harus meminta maaf kepada para pembaca sekalian, karena tahun lalu tidak produktif dalam membuat tulisan. Penyakit malas yang cukup kronis bisa dibilang sebagai causa prima-nya, disamping tahun lalu saya cukup aktif bermain sepeda gunung bersama kawan-kawan kantor. Mungkin juga penyebabnya rasa bosan bahwa pameran-pameran yang ada sifatnya repetitif dengan sedikit variasi yang kadang tidak cukup menarik bagi saya untuk menyempatkan datang berkunjung. Tapi ah, apalah arti seribu alasan kalau ujung-ujungnya cuma satu: dasar pemalas (mungkin harus saya ganti blog title-nya menjadi “Dasar Tukang Malas” Open-mouthed smile )

Anyway, pameran digital imaging FOCUS 2014 menjadi pilihan saya sebagai pembuka reportase untuk tahun 2014 ini. Boleh dibilang datang ke pameran ini hukumnya bagaikan sunnah muakkadah bagi saya. Sebelum datang ke pameran, sempat bertemu kawan lama sebentar, dan dia bercerita bahwa ada rasa sedikit sesal sudah 2 tahun berturut-turut melewatkan pameran ini. Don’t worry bung, saya coba ceritakan lengkap di sini sebagai ganti kunjungan..

“Capture Your Moment”… tagline pameran kali ini seakan mengingatkan kembali tujuan dasar dan basic function dari fotografi: membekukan suatu kejadian di suatu masa agar dapat di.. revisit kapan pun kita mau. Dalam pengejawantahannya, berarti membutuhkan perangkat foto yang bisa autofocus dengan cepat, depth-of-field yang lebar, penampilan yang tidak mengintimidasi (discreet), pengoperasian yang tidak ribet, dan tentunya kualitas gambar yang prima bahkan di ISO tinggi sekali pun. Apakah berarti pameran kali ini akan menghadirkan perangkat-perangkat dengan kriteria-kriteria tersebut? Mari kita coba cari tahu..

Masuk area lobby, masih sama seperti dulu, dijadikan gallery foto-foto hasil karya siswa sekolah-sekolah fotografi dan klub-klub fotografi. Juga terdapat panggung untuk acara-acara workshop dan talkshow. Saya sertakan jadwalnya di sini bila pembaca ada yang berminat mengikuti salah satunya.

Focus 2014 - 20140307 -2Focus 2014 - 20140307 -3Focus 2014 - 20140307 -4Focus 2014 - 20140307 -5

Layout hall area pameran (sekali lagi) masih relatif sama dengan yang dulu-dulu. Oke, keuntungan utama dari layout yang sama adalah pengunjung bisa dengan cepat menuju area sasarannya (misal: datang ke pameran ingin beli lensa Tamron, silahkan langsung menuju booth-nya di sebelahnya stand Olympus depannya stand Tokina), tapi andaikan dirubah total, tentunya ada penyegaran bukan?

Apa yang menarik kali ini? Saya buat dalam bentuk daftar ya..

1. Fujifilm

Kamera mirrorless terbaru X-T1 adalah pencuri perhatian saya di sini. Struktur bodinya kokoh dan kompak (diklaim weather-proof), control dial yang sangat photographer-friendly (ada dial untuk pengaturan cepat setelan ISO), dan EVF (Electronic View Finder: jendela bidik elektronik) yang inovatif: parameter pemotretan seperti shutter speed, aperture dan ISO sekarang mengikuti orientasi kamera (portrait atau landscape), sesuatu yang belum terpikirkan para pesaingnya. EVF-nya juga sangat cepat refresh rate-nya, nyaris tanpa lag. Sistem autofocus kombinasi phase-detect dan contrast-detect nya juga gegas. Sementara ditawarkan kit-only (dengan lensa 18-55 sekitar Rp 21 Juta), dan baru tersedia warna hitam saja. Untuk warna black and silver gaya retro masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut. Sungguh saya sangat tergoda untuk beralih sistem ke Fujifilm X-T1 ini..

X100S pernah saya pertimbangkan untuk menggusur posisi X20 saya sebagai carry-to-anywhere camera di tas pinggang saya. Sensor APS-C X-Trans yang diusungnya menghasilkan gambar yang luar biasa bersih bahkan di ISO 3200 sekalipun. Sayang fixed lens 23mm nya bagi saya  tidak cukup fleksibel untuk berbagai kondisi. Tapi ini hanya soal selera ya..

Focus 2014 - 20140307 -6Focus 2014 - 20140307 -7Focus 2014 - 20140307 -8Focus 2014 - 20140307 -9Focus 2014 - 20140307 -10Focus 2014 - 20140307 -11

2. Sony

A7 dan A7R, full-frame mirrorless pertama di dunia menjadi buruan para pengunjung di sini. A7R mengusung sensor 36 megapixel, sistem autofocus contrast detect, dan tanpa optical low-pass filter, digadang menghasilkan kualitas foto yang prima. Tapi entah kenapa, saya merasa EVF-nya sedikit nge-lag, dan autofocus nya relatif lebih pelan dibanding yang lainnnya.

Tapi lain cerita dengan A7, EVF-nya kencang dan autofocusnya sangat gegas. Tapi trade-off nya : resolusinya hanya 24 megapiksel dan dengan optical low-pass filter, di atas kertas kualitas gambarnya lebih inferior dibanding saudaranya A7R, tapi sejauh saya coba, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Sepertinya Sony menawarkan 2 model yang berbeda tersebut agar pengguna bisa leluasa memilih mana yang lebih sesuai kebutuhan: gambar prima tanpa cela, atau kemampuan menangkap momen tanpa miss. A7 ditawarkan Rp 22.1 Juta, sedangkan A7R sedikit lebih mahal : Rp 25 Juta

A5000 sebagai penerus NEX-5 ditawarkan dengan harga yang cukup atraktif, sangat menggoda bagi yang ingin  meminang mirrorless untuk pertama kali. Atau bagi yang tidak mau repot membawa-bawa kamera tapi tidak puas dengan hasil jepretan smartphone, modul kamera tambahan untuk smartphone QX-10 atau QX-100 bisa menjadi pilihan.

Di stand ini Sony juga berbaik hati menyediakan props dan para modelnya agar para pengunjung bisa langsung menguji coba sendiri kamera-kamera yang dipajang.

Focus 2014 - 20140307 -12Focus 2014 - 20140307 -13Focus 2014 - 20140307 -14Focus 2014 - 20140307 -15Focus 2014 - 20140307 -16Focus 2014 - 20140307 -18Focus 2014 - 20140307 -19

3. Canon

Target saya di booth ini adalah 70D, sang penerus 60D. Perbaikan-perbaikan yang ada di 70D adalah : sensor 20 megapixel, sistem autofocus dual-pixel yang diklaim bisa lebih cepat fokus pada mode live-view, dan tentunya Wi-Fi built-in. Body only bisa ditebus seharga Rp. 10.8 Juta saja.

Di booth Canon ini juga sedang berlangsung update firmware dan cleaning sensor gratis. Silahkan dicoba bagi anda yang merasa sensor kameranya sudah penuh debu..

Di sini saya juga menyempatkan untuk membeli batere cadangan LP-E6, dibanderol seharga Rp 900 Ribu, lebih murah 50 ribu dibanding harga normal.

Focus 2014 - 20140307 -20Focus 2014 - 20140307 -22Focus 2014 - 20140307 -23Focus 2014 - 20140307 -24

4. Nikon

Saat saya mampir, sedang ada workshop mengenai menu-menu yang ada di kamera Nikon (saya lupa menanyakan lagi bahas kamera model yang mana). Menarik bahwa ada satu setting-an menu yang kadang suka lupa di setel oleh para user : automatic orientation. Setting ini sangat berguna bagi anda yang tidak mau repot me-rotate foto-foto (defaultnya semua di jadikan landscape biarpun anda motretnya dalam orientasi portrait) dari kamera di komputer anda.

Focus 2014 - 20140307 -17

Ah, Nikon Df, full-frame Nikon yang pertama kalinya mengusung desain retro. Menggunakan sensor yang setipe dengan D800 (36 megapixel), control dial mekanik untuk pengaturan cepat shutter speed, exposure compensation dll, body full magnesium tahan cuaca, tapi minus fitur video. “Tidak ada video-nya?”, betul sekali, kamera ini khusus untuk mengambil still photo saja, bukan untuk merekam video. Hmm, agak terlalu… naif bagi saya untuk kamera seharga Rp 33 Juta tidak menyediakan fasilitas bagi para videographer. Kamera ini benar-benar untuk pangsa pasar yang sangat khusus, niche market istilahnya..

Focus 2014 - 20140307 -25Focus 2014 - 20140307 -26

5. Samsung

Apa yang lagi promo besar-besaran di sini? Ooh, rupanya NX30, mirrorless termutakhir dari Samsung. Sensor 20.3 megapixel APS-C, layar full-tilt AMOLED, autofocus hibrida phase dan contrast detect, dan satu yang unik: EVF-nya bisa ditarik dan ditekuk ke atas untuk pemotretan low-angle. Untuk kamera dengan fasilitas yang jor-joran seperti ini, dibanderol Samsung dengan harga yang relatif sangat murah : Rp 12.5 Juta saja, kit dengan lensa 18-55mm

Focus 2014 - 20140307 -29Focus 2014 - 20140307 -30Focus 2014 - 20140307 -31

6. Olympus

“Pokoknya harus lihat EM-1 sama EM-10”, itu adalah salah satu hal di benak saya ketika berniat mengunjungi pameran ini 2 minggu sebelumnya. EM-1 sebagai kasta tertinggi Olympus di mirrorless di pameran ini dihargai Rp 19.6 Juta, Rp 28 Juta kalau dengan lensa 12-42mm f2.8 Pro (mohon diingat bahwa kalau di kamera micro four-thirds, focal length-nya dikali 2 ya, berarti 12-42mm setara dengan 24-84mm di kamera full-frame). Sedikit lebih berat dan lebih besar dibanding X-T1 nya Fujifilm, entah kenapa mengingat ukuran sensornya lebih kecil. Tapi yang pasti, harganya yang mahal is worth every penny : EVF-nya jernih dan cepat, touch-screen tiltable yang sangat fungsional, dan kecepatan autofocus yang luar biasa gegas untuk ukuran sistem contrast-detect.

Sedangkan EM-10 sebagai “saudara bungsu” dari seri OM-D dijual seharga Rp 7 Jutaan dengan kit lens. Saya sempat berpikiran untuk menjadikan EM-10 ini sebagai pengganti X20, tapi hasil jepretan di ISO 1600 nya saja bagi saya sudah keliwat… kasar noise-nya.

Focus 2014 - 20140307 -27Focus 2014 - 20140307 -28

7. Panasonic

Kandidat lain untuk menggeser posisi X20 sebagai kamera saku saya adalah Panasonic GX7. Ukurannya yang benar-benar mungil (sempurna untuk street photography), ditambah EVF-nya yang bisa dilipat keatas, dan Wi-fi built-in, adalah daya tarik utama yang menggoda saya. Di pameran kali ini ditawarkan seharga Rp 9 Juta dengan kit lens 12-42mm. Tapi sekali lagi, kualitas foto ISO tinggi kamera micro four-thirds masih kalah dibanding X20 saya, mengurungkan niat meminang.. Oh ya, menurut saya desainnya sedikit banyak mirip NEX-6 nya Sony, bagaimana menurut anda?

Focus 2014 - 20140307 -34

8. Tamron

Lensa zoom raksasa 150-600mm VC USD yang baru dirilis awal tahun ini sudah hadir di Indonesia, dan bisa ditebus dengan Rp 13 Juta saja, cukup murah menurut saya. Kalau ada uang lebih saya tertarik untuk memilikinya, untuk memotret bulan purnama dan obyek-obyek angkasa lainnya.

Focus 2014 - 20140307 -38

Saya berkesempatan untuk mencicipi 70-200 f2.8 VC USD, dan kesan pertama kualitas gambar yang dihasilkan memuaskan, minim distorsi dan tajam dari tengah sampai pinggir, bahkan di bukaan f2.8 sekalipun. Saya berikan contoh shot-nya di bawah ini (posisi 70mm dan 200mm). Lensa ini dijual Rp 14 Juta, jauh lebih murah dibanding lensa orisinal yang bisa mencapai Rp 23 Jutaan.

Focus 2014 - 20140307 -48Focus 2014 - 20140307 -49

 

Sisa area pameran diisi oleh para peserta yang sudah tidak asing lagi, semisal toko-toko kamera ternama, komunitas-komunitas fotografi, majalah fotografi, dan perlengkapan kamera lainnya seperti lighting studio dan memory card. Jasa pendukung seperti pencetakan foto, frame dan photobook pun ada. Toko-toko yang sudah punya nama besar seperti camzone banyak memberikan bonus-bonus penjualan seperti tas, jaket dan bahkan tripod, disamping bundling yang harganya cukup atraktif.

Focus 2014 - 20140307 -32Focus 2014 - 20140307 -33Focus 2014 - 20140307 -35Focus 2014 - 20140307 -36Focus 2014 - 20140307 -37Focus 2014 - 20140307 -43Focus 2014 - 20140307 -46Focus 2014 - 20140307 -39Focus 2014 - 20140307 -45

Oh ya, pihak penyelenggara mengadakan lomba foto model selama pameran lho, dengan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang.  Uniknya, model yang akan difoto tidak diam di satu panggung, tapi mengelilingi area pameran. Jadi peserta yang ingin menang ditantang kreatif mencari timing dan lokasi yang pas.

Focus 2014 - 20140307 -40Focus 2014 - 20140307 -41Focus 2014 - 20140307 -42Focus 2014 - 20140307 -44Focus 2014 - 20140307 -47

Penutup: bisa jadi kamera mirrorless dengan kemampuan Wi-Fi dan autofocus hybrid akan menjadi trend tahun ini, dan perlahan akan mulai menggerogoti segmen DSLR konservatif. Canon dan Nikon sepertinya masih setengah hati untuk terjun ke mirrorless, semoga tahun ini ada terobosan baru dari mereka..

Advertisements

FOCUS 2013: Jakarta Photo & Digital Imaging Expo, 6 – 10 Maret 2013

Sebagai seorang pelajar fotografi, rasanya sayang kalau melewatkan pameran FOCUS yang diadakan setahun sekali ini. Apalagi pameran ini digadang sebagai “the biggest digital imaging industry expo in Indonesia”, seperti yang bisa dilihat di website resminya di www.expo-focus.com. Pokoknya berkunjung ke pameran ini sudah menjadi agenda tahunan wajib bagi saya. Mungkin anda juga..

Seperti biasanya pula, bersamaan dengan pameran FOCUS ini, diadakan juga pameran Mega Bazaar Computer. Jadi bagi anda yang berminat mengunjungi pameran FOCUS ini di akhir minggu, datang di pagi hari mungkin bisa jadi pilihan (karena semakin siang semakin ramai pengunjungnya, dan saya juga melakukan hal tersebut: datang ketika buka pagi-pagi sekali). Belum lagi ditambah bahwa di Istora Senayan juga sedang berlangsung Islamic Book Fair (Pameran Buku Islami) 2013, membuat kawasan Gelora Senayan semakin menjadi layaknya lautan manusia..

Setelah membayar Rp. 15 ribu sebagai penebus tiket masuk (satu tiket untuk dua pameran Mega Bazaar dan FOCUS), kesan pertama yang saya dapat adalah: FOCUS tahun ini sedikit sepi. Betapa tidak? Tahun lalu arena lobby Assembly Hall saja sudah dipadati dengan berbagai booth, kali ini hanya diisi dengan panggung acara kompetisi foto dan beberapa display kreasi murid-murid sekolah fotografi “Darwis Triadi School of Photography”, serta kreasi komunitas penggemar foto underwater “Fun-In Club”. Mungkin untuk mengakomodir acara kompetisi foto yang memang pesertanya biasanya suka membludak. Sambil berharap semoga kesan pertama saya ini tidak terbukti benar sepenuhnya, saya memasuki arena utama pameran..

IMG_7349IMG_7352IMG_7354IMG_7357IMG_7361IMG_7366IMG_7370IMG_7373

Kesan kedua yang saya dapat ketika memasuki Assembly Hall: layout pameran boleh dibilang nyaris tidak berubah, hampir sama persis plek-sek dengan tahun lalu. Misal:  booth Fujifilm dan Canon masih berada persis di depan pintu masuk, dengan booth Nikon dan Olympus di sisi yang berseberangan, di area tengah dan dekat pintu keluar adalah stand-stand toko-toko aksesoris kamera terkemuka, sedangkan di sisi tembok biasanya diisi oleh booth-booth komunitas fotografi dan sekolah fotografi. Yah, setidaknya hal ini mempermudah saya dalam bernavigasi mengelilingi pameran.

Panorama 2

Saya mulai dari booth Fujifilm. Di sini highlight utamanya adalah lini X, terutama XE-1, X100S, dan X20, dimana pameran ini adalah juga sebagai ajang perdana X100S dan X20 untuk unjuk tampil. Saya pribadi ketika mendengar seri X20 sekitar akhir tahun lalu, sangat tertarik dengan produk ini. Mengusung sensor X-Trans inovasi mutakhir Fujifilm, di atas kertas menjanjikan performa noise yang rendah, detail lebih tajam, dan warna lebih cemerlang dibanding sensor konvensional yang masih menggunakan grid warna tipe Bayer dan low-pass optical filter. Ditambah pula dengan ukuran sensor yang lebih besar dibanding kebanyakan kamera compact prosumer lainnya (sensor X20 berukuran 2/3 inci), plus desain retro yang unik. Di pameran ini X20 dilepas dengan harga Rp. 5.9 juta, sudah termasuk bonus SD card 16gb class-10, lens hood, dan cleaning kit yang praktis. Sedangkan untuk X100S (sensor X-Trans APS-C dengan lensa fix 23mm ekuivalen dengan 35mm), dibanderol dengan harga Rp. 9 juta. Di booth ini juga ada beberapa foto hasil jepretan X100S, dan tidak salah bahwa label premium yang diusung X100S memang sebanding dengan gambar yang dihasilkannya..

IMG_7376IMG_7379IMG_7384IMG_7394IMG_7433

Kemudian menuju ke booth Canon, tanpa menunda-nunda saya langsung tanya ke penjaga stand-nya, “6D body only yang WiFi dan GPS berapa mas?”. Dijawab singkat, “18.4 juta pak”. Hmm…. walaupun 6D diusung sebagai “kamera full-frame murah Canon”, tetap saja dengan harga sedemikian bagi saya masih terbilang tinggi sekali. Ya sudah, saya lihat-lihat barang yang lain dulu.. Untuk diskon, lensa dan aksesori lain seperti flash saya perhatikan diskonnya juga lumayan, berkisar 100 – 200 ribu. Semoga tahun depan itu 6D bisa terbeli (amin!).. EOS M juga nampak sebagai seri yang digadang untuk jadi best-seller di pameran ini, dengan diskon atraktif buat body + kit lens nya..

IMG_7397IMG_7418IMG_7421

Lalu ke booth Nikon. “Kuncian” utama disini adalah seri middle D7000, seri pemula D3200, dan seri mirrorless Nikon J2. Untuk seri pemula, Nikon D3200 menawarkan resolusi 24 megapiksel, tertinggi dibanding tawaran dari produsen lain (Canon mentok di 18 megapiksel, Olympus dan Panasonic di 16 megapiksel). Penggunaan sensor beresolusi setinggi itu di kamera kelas pemula boleh dibilang merupakan langkah berani dari Nikon, jauh mengalahkan pesaing terdekatnya Canon 650D yang cuma 18 megapiksel.

IMG_7424IMG_7427IMG_7429IMG_7519

Di sebelah booth Nikon persis adalah booth Olympus. Yang saya incar di sini adalah Olympus XZ-2, kamera prosumer kelas atas dari Olympus (kalau kelas bawahnya adalah XZ-10). XZ-2 walaupun bersensor kecil (1/7 inci) namun dilengkapi dengan lensa Zuiko f1.8 – 2.5 dan LCD touch-and-tilt screen, serta prosesor TruePic VI yang juga di pakai di mirrorless kelas atas OM-D EM5, menjanjikan performa mumpuni. Harga XZ-2 di pameran ini dibanderol Rp. 5.6 juta, sedangkan OM-D EM5 dengan lensa 12-50 dilego Rp. 13 juta. Berhubung bapak Darwis Triadi adalah brand ambassador dari Olympus, tidak mengherankan kalau karya-karya murid beliau juga ditampil di booth ini..

IMG_7462IMG_7465IMG_7468IMG_7499

Di arena tengah, stand Sigma dirancang unik seperti akuarium. Bagi anda yang bawa body camera DSLR, silahkan mencoba koleksi lensa terbaru mereka sebelum memutuskan untuk membeli. Saya tertarik dengan 35mm f1.4 nya, namun berhubung lensa lama saya belum laku terjual di KasKus (prinsip saya: jual yang lama kalau mau beli yang baru, hehehe…), saya hanya bisa berlalu sambil “kabita” kalau kata orang Sunda…

IMG_7511

Beralih ke stand Tamron, saya iseng bertanya ke penjaganya “yang 70-200 VC USD f2.8 berapa harganya pak?”, yang dijawab “13.4 juta pak”. Glek!

Sebuah booth penjual tas kamera nampak ramai diserbu pengunjung. Sepertinya ada diskon besar-besaran, terutama untuk tas “branded” National Geographic (pakem yang berlaku: tas kamera National Geographic adalah identitas fotografer kawakan!) Open-mouthed smile

IMG_7507

Booth toko kamera langganan saya (tokocamzone) nampak berada di dekat pintu keluar. Oh ya, sedikit mengganggu: sekuriti kali ini agak-agak galak, pintu masuk tidak boleh dipakai untuk keluar, dan sebaliknya. Tahun lalu tidak seperti itu lho!

IMG_7473IMG_7476

Ada beberapa stand komunitas yang menarik perhatian saya. Yang pertama adalah Komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia (KLJINDONESIA). Bagi anda yang “hmmm? apa itu kamera lubang jarum?”, itu adalah kamera sederhana yang tebuat dari medium tertutup seperti kaleng bekas atau kardus bekas, yang salah satu sisinya dilubangi kecil (sebesar paku) dan satu sisinya ditempel negatif film. Karena mediumnya bisa apa saja, bentuk kamera yang bisa dibuat pun bisa macam-macam dan unik-unik.

IMG_7454IMG_7451

Yang kedua adalah komunitas kamera analog. Di sini anda bisa bertemu dengan teman-teman “sejiwa” pecinta fotografi klasik yang masih mengandalkan roll demi roll negatif film untuk menangkap gambar. Beberapa kamera lama seperti Contax, Yashica, Pentax, Canon AF-1 dan Olympus OM-D klasik bisa anda temukan di sini.

IMG_7478IMG_7481IMG_7484IMG_7487

“Bagaimana dengan booth Sony?”. Hal tersebut selintas terpikir setelah dua kali mengelilingi arena pameran dan tidak menemukan booth nya. Setelah bertanya sejenak di bagian informasi, ternyata booth Sony ada di luar Assembly Hall, persisnya di depan lobby Plenary Hall. Di sini yang menjadi “jagoannya” adalah full-frame terbaru mereka yaitu A99, serta compact prosumer RX100. A99 sendiri sebagai kamera dengan sensor full-frame pertama yang menggunakan teknologi SLT (Single Lens Tranluscent, menggunakan cermin semi-transparan alih-alih cermin refleksi penuh sebagai sarana pembidik dan pendeteksi autofocus), beresolusi 24 megapiksel dan LCD berjenis bisa diputar-putar (tilting), lagi-lagi fitur yang pertama kalinya ada di kamera full-frame. Saya coba pegang, jauh lebih berat dibanding 60D yang saya gunakan. Soal harga? “Hanya” Rp. 25 juta saja kok, body only pula Open-mouthed smile. Sedangkan RX100 yang digadang sebagai kamera ringkas bersensor terbesar (1 inci full!), jauh di atas rival-rivalnya. Sayang lensanya “hanya” berbukaan maksimum f4.9 di ujung telezoom nya, jauh di bawah pesaing yang bukaannya besar-besar (f2.5 di Olympus XZ-2, f2.8 di Canon G15 dan Fujifilm X20). Namun kecanggihan manufaktur Sony patut dipuji: dengan sensor sebesar itu, RX100 berukuran sangat, sangat ringkas, tidak lebih besar dari telapak tangan saya. Tapi harus dibayar dengan harga yang paling tinggi diantara kelas prosumer: Rp. 6.6 juta (selama pameran bonus SD Card 16gb).

IMG_7528IMG_7532

Incaran saya yang lain di booth Sony adalah NEX-6, versi lebih terjangkau dari NEX-7. Mengusung electronic viewfinder yang sudah built-in, sensor APS-C beresolusi 16 megapiksel, dan layar LCD jenis tilting, kamera ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang suka dengan konsep “ukuran mini hasil maksimal”. Untuk double-kit (dua lensa: 16-50mm dan 55-210mm) dihargai Rp. 12 juta, sedangkan single-kit (dengan lensa 16-50mm) Rp 9 juta.

IMG_7538

Penutup: agak disayangkan bahwa di pameran ini tidak menghadirkan bursa barang-barang bekas yang mungkin bisa lebih menarik para pengunjung, misal dari peminat lensa-lensa manual. Walau pun begitu, bila anda seorang peminat fotografi, atau sedang berencana mencari kamera digital baru, berkunjung ke pameran ini tidak ada ruginya… paling merusak mata (mata pencaharian gara-gara belanja perlengkapan! 😀 )

Wirausaha Mandiri Expo 2013, 17- 20 Januari 2013

Wirausaha Mandiri Expo-38

Selamat berjumpa kembali para pembaca sekalian. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca yang di tahun 2012 lalu sudi meluangkan waktu untuk berkunjung ke blog saya yang sederhana ini. Harapan saya, semoga kemampuan saya untuk menulis dan membuat ulasan bisa lebih baik lagi di 2013 ini demi kepuasan para pembaca sekalian, dan semoga juga di 2013 ini semakin banyak pameran-pameran yang bisa menambah khazanah pengetahuan kita. Amiin..

Mengawali liputan saya di tahun 2013, saya ingin melaporkan mengenai pameran kewirausahaan yang diselenggarakan minggu ini di Jakarta Convention Center Senayan, yaitu “Wirausaha Mandiri Expo 2013” (“WME”). Seperti judulnya, pameran ini adalah pameran yang menampilkan bisnis dan produk para wirausahawan muda yang dibina oleh Bank Mandiri, bank nasional terbesar di Indonesia.

Sedikit bercerita (karena latar belakang saya yang bergerak di perbankan juga), Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral Indonesia, sangat menekankan perbankan nasional agar lebih berpartisipasi aktif dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah (small and medium enterprise, SME). Sehingga diharapkan peran perbankan sebagai mediasi (penampung dana dari masyarakat dan penyedia dana bagi dunia usaha) bisa lebih efektif, dan mendorong pertumbuhan sektor riil yang ujung-ujungnya memajukan perekonomian Indonesia. Berbagai kebijakan yang muncul dari BI semisal: transparansi suku bunga pinjaman prima / prime lending rate, keharusan bank untuk mencantumkan besarnya rencana peyalurkan kredit bagi SME dalam rencana bisnis bank (RBB), pemangkasan suku bunga SBI dan lain-lain, mau tidak mau membuat perbankan harus lebih giat terjun dalam pembinaan dan pengembangan SME di Indonesia.

Dengan melihat pameran WME ini, sangat menyenangkan melihat bahwa pelaku SME pun sekarang bisa mempunyai akses ke permodalan dengan biaya yang bersaing, sehingga wirausahawan-wirausahawan muda di negeri ini bisa tumbuh subur bak cendawan di musim hujan (maklum, bulan Januari ini bisa dibilang puncaknya musim hujan, hehehe Open-mouthed smile ).

Baik, kembali ke topik: sayangnya, waktunya penyelenggaraan pameran ini sedikit kurang diuntungkan, karena pada minggu yang bersamaan bencana banjir sedang melanda Jakarta. Namun Alhamdulillah, ketika hari ini saya berkunjung, cuaca sedang cerah. Semoga bisa bertahan hingga esok hari terakhir pameran..

Masuk ke pameran ini tidak dikenakan biaya masuk. Lokasi pameran terletak di Assembly Hall 1 dan 2 (termasuk area lobby nya). Pada timing yang bersamaan, minggu ini juga sedang ada pameran “Trend Furniture” di Exhibition Hall sebelah, dan juga pameran pendidikan Jepang di area basement Cendrawasih.

Wirausaha Mandiri Expo-01Wirausaha Mandiri Expo-35

Beberapa stand di area lobby yang bisa saya laporkan adalah:

1. Stand “Balu Otowork”, penyedia jasa modifikasi otomotif yang berlokasi di Yogyakarta. Salah satu karya modifikasinya bisa dilihat di gambar berikut.

Wirausaha Mandiri Expo-02

2. “Kripik Wak J’Ber”, kripik pedas dari Pontianak. Menu khasnya adalah: kripik pedas jengkol. Jengkol? Betul pembaca, kripik jengkol. Sebungkus dijual Rp. 10 ribu saja.

Wirausaha Mandiri Expo-04

3. “Telor Asin Kilau”, telor asin dari Karawang. Sebungkus isi 6 butir seharga Rp. 20 ribu.

Wirausaha Mandiri Expo-09

4. “VionSeal”, inovasi bidang otomotif yang menawarkan cairan penambal ban otomatis, sangat bermanfaat bagi pengendara mobil / motor yang sering melalui jalan rawan ranjau paku. Memecahkan rekor MURI untuk rekor melewati berkilo-kilo jalan berpaku tanpa bocor lho! :0

Wirausaha Mandiri Expo-10Wirausaha Mandiri Expo-11Wirausaha Mandiri Expo-12

5. Jasa penyediaan kostum superhero JToku. Salah satu contoh kostumnya adalah…. ini! Open-mouthed smile (superhero apa ini ya? Swamp Thing?)

Wirausaha Mandiri Expo-36Wirausaha Mandiri Expo-37

Masih banyak lagi berbagai stand dari berbagai jenis industri yang bisa anda lihat di area lobby ini. Tapi… lebih banyak lagi yang bisa anda temukan di dalam Assembly Hall nya. Mari kita mulai masuk..

Wirausaha Mandiri Expo-13Wirausaha Mandiri Expo-34

Di dalam Assembly Hall, mata saya langsung tertumbuk pada stand-stand penyedia jasa boga (maklum, hobi saya makan Open-mouthed smile ). Bila anda seorang pencinta kuliner, boleh dibilang ke pameran ini bisa jadi perburuan harta karun bagi anda.

Semisal stand “Suoklat” dari Surabaya ini. Berbagai jenis produk coklat dijajakan disini, dengan rentang harga antara Rp. 6 ribu hingga Rp. 22 ribu.

Wirausaha Mandiri Expo-14Wirausaha Mandiri Expo-15

Atau mungkin stand rendang instan “Randang Padang Restu Mande” ini, rendang praktis yang bisa langsung dimakan, ataupun dipanaskan terlebih dahulu. Bincang-bincang dengan penjaga standnya, yang rendang sapi satu kotak Rp. 65 ribu, yang rendang ayam Rp. 50 ribu. Masing-masing punya pilihan rasa original atau spicy. Sedikit wawancara, yang rendang sapi bisa tahan sampai 1 tahun, yang ayam 6 bulan. Cicip rasanya, wuih, maknyus kalau kata pak Bondan Winarno Open-mouthed smile

Wirausaha Mandiri Expo-21Wirausaha Mandiri Expo-22

Buat yang mau makan-makan di sini pun difasilitasi dengan disediakannya meja dan kursi layaknya food court. Pokoknya bisa makan-makan puas deh! Open-mouthed smile

Wirausaha Mandiri Expo-16

Coffee Toffee sebagai kewirausahaan kopi nasional pun juga turut serta di pameran ini.

Wirausaha Mandiri Expo-17

Pernah dengar brownies singkong dari Yogya? Atau Batagor Jepang? Silahkan mampir di stand mereka, lumayan tidak usah keluar kota untuk cari oleh-oleh khas dari luar kota, hehehe Open-mouthed smile

Wirausaha Mandiri Expo-18Wirausaha Mandiri Expo-19Wirausaha Mandiri Expo-20

Tentunya wirausaha tidak mentok di bidang jasa boga saja. Ada juga produk dan bisnis dari bidang industri lain seperti industri sandang dan tekstil, teknologi ramah lingkungan, agrobisnis, industri kreatif, dan lain-lain yang bisa anda temukan di WME ini.

Wirausaha Mandiri Expo-03Wirausaha Mandiri Expo-26

Dari agrobisnis misalnya, penawaran bisnis budi daya lele sangkuriang “SylvaFarm” cocok bagi anda yang mau bermitra dan berinvestasi di bidang ini (atau mungkin bagi anda yang hobi makan pecel lele Open-mouthed smile ). Di standnya anda bisa lihat lele sangkuriang yang besarnya minta ampun, serta bibit dan anakan lele.

Wirausaha Mandiri Expo-23Wirausaha Mandiri Expo-24Wirausaha Mandiri Expo-25

Di bidang teknologi, berbagai tawaran kompor ramah lingkungan bisa anda lihat juga, salah satunya kompor biji karet ini. Kalau tidak salah, teman saya ada lho yang berinovasi dengan kompor nabati, kok tidak ikutan pameran ini ya?

Wirausaha Mandiri Expo-29

Untuk industri kreatif, anda mungkin tertarik untuk mengunjungi stand boneka rumput (itu lho, boneka yang kalau disiram air bisa tumbuh rumput karena ada bibit rumput di dalamnya). Tersedia berbagai model yang lucu-lucu, lumayan buat aksesoris penghijau ruangan kantor mungkin?

Wirausaha Mandiri Expo-27Wirausaha Mandiri Expo-28

Dan bicara industri kreatif, Bank Mandiri juga salah satu sponsor event tahunan “HelloFest” lho. Mungkin karena itulah, tadi di panggung Assembly Hall sedang ada presentasi kick-off untuk event “HelloFest” tahun ini. Kalau dari pengalaman tahun lalu, “HelloFest” biasanya diadakan di Balai Kartini, sekitar bulan Februari. Maaf, saya belum menemukan informasi tanggal pasnya kapan. Di sekitar acara kick-off ini juga terdapat stand-stand yang menjual berbagai pernak-pernik anime, komik dan kartun, seakan-akan sebagai secuil preview dari apa yang bisa anda temukan di “HelloFest” sebenarnya nanti..

Wirausaha Mandiri Expo-33Wirausaha Mandiri Expo-32Wirausaha Mandiri Expo-30Wirausaha Mandiri Expo-31

Dari tiap-tiap stand yang ada di WME ini, mayoritas mencantumkan nama pemilik usaha dan detail kontaknya. Sangat membantu bila anda tertarik untuk bermitra bersama mereka.

Wirausaha Mandiri Expo-08

Demikian yang bisa saya laporkan pada kunjungan kali ini. Sebagai penutup, saya sedikit menyayangkan bahwa kemungkinan kenaikan UMP yang disetujui tahun lalu, dan kenaikan TDL pada awal tahun ini bisa jadi faktor-faktor yang menghambat para wirausahawan untuk mengembangkan atau bahkan memulai bisnisnya. Harapan saya, semoga pemerintah bisa berkomitmen untuk mempermudah dalam hal lainnya, semisal perizinan yang lebih singkat dan mudah, pembebasan pungli, keringanan pajak, dan lain-lain..

– Jakarta, 19 Januari 2013 –

N.B: kalau kata teman saya yang kebetulan seorang wirausahawan perniagaan emas, “tiada kesan tanpa makan-makan”. Makanya, selain laporan ini, yang saya bawa pulang dari pameran WME ini tidak jauh-jauh dari… makanaaaan!  Moga-moga 1 bungkus krupuk jengkol ini tidak membuat saya “kejengkolan” Open-mouthed smile

Wirausaha Mandiri Expo-39

Jakarta Motorcycle Show, 31 Oktober–4 November 2012

IMG_5551IMG_5390

Bagi sebagian besar orang (termasuk saya), motor adalah kendaraan pilihan yang ideal. Gesit untuk menembus kemacetan, irit bahan bakar, murah biaya perawatannya dan pajak tahunannya. Motor juga menawarkan sensasi berkendara yang lebih…. bebas. Mengutip suatu dialog di komik “My Favorite Bike”, dengan motor anda bisa kemana saja, kapan saja..

Tapi memang, tak sedikit juga yang berpandangan negatif terhadap kendaraan ini, kebanyakan menuding motor adalah biang kemacetan di kota-kota besar, Jakarta sebagai contoh yang paling gampang dilihat. Motor juga identik sebagai “biang kerok”, suka menerobos lampu merah lah, suka melawan arah lalu lintas lah, suka motong jalan seenaknya, suka menyerobot trotoar yang notabene adalah haknya para pejalan kaki, dll. Belum ditambah kalau turun hujan, para pemotor yang berteduh di bawah jembatan dan jalan layang semakin menambah kemacetan karena memakan sebagian besar sisi jalan.

Terlepas dari polemik tersebut, saya ingin menyampaikan laporan kunjungan ke salah satu event otomotif terbesar yang dikhususkan untuk dunia roda dua ini, yaitu “Jakarta Motorcycle Show” (JMS). Berikut laporannya..

Harga tiket masuk untuk pameran ini sebesar Rp. 10 ribu dari hari Rabu – Jumat, sedangkan untuk Sabtu-Minggu besok sebesar Rp. 15 ribu. Oh ya, dengan sekali beli tiket ini anda juga bisa mengakses pameran “Indocomtech” di ruangan sisanya (catatan: kata “sisanya” disini bermakna ironi, soalnya JMS hanya menempati Assembly Hall 1-3, sedangkan ruangan “sisanya” digunakan untuk pameran Indocomtech). Kesan saya, pameran JMS tahun ini sedikit kurang megah dibanding tahun-tahun sebelumnya..

Bila tujuan anda ke JMS adalah mencari helm dengan harga miring, anda bisa temukan stand-stand helm merk KYT, MDS, GM, INK, AGV dan lain-lain di area lobby Assembly Hall. Harga diskon yang ditawarkan cukup menarik, kira-kira lebih murah sampai dengan Rp. 200 ribu dari harga normal.

IMG_5391IMG_5540

 

Di area lobby ini saya juga melihat stand motor besar (istilah kerennya “moge”, motor gede) Victory dari Amerika. Model-modelnya mayoritas jenis touring. Di stand ini juga terdapat karya instalasi dari komponen-komponen motor, dengan mengambil tema monster Alien, jangan anda lewatkan kesempatan untuk berfoto di sini.

IMG_5394IMG_5395IMG_5397

 

Masih di area yang sama, stand importir umum ProBike nampak ambil serta pada JMS ini. Skuter Lambretta yang berwarna-warni chic cocok bagi kaum urban berjiwa muda dan fashionable. Bagi anda yang doyan memacu adrenalin, berbagai jenis motor tipe full-sport seperti Aprillia ASV-4 siap diboyong pulang.. kalau beli Smile with tongue out

IMG_5392IMG_5399

 

Masuk ke Assembly Hall, stand pabrikan big four (Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki) nampak mendominasi area ini. Tapi yang paling dekat pintu masuk adalah stand KTM, sehingga saya mampir sebentar ke sini..

Di stand KTM, produk yang jadi highlight adalah KTM Duke 200 yang baru dirilis kurang lebih 4 bulan yang lalu. Mengusung mesin 200 cc dengan model streetfigher, produk ini siap bersaing dengan berbagai streetfigher yang sudah wara-wiri di Indonesia seperti Yamaha Scorpio, Honda Tiger, dan Bajaj Pulsar. Perlu diketahui bahwa KTM Duke 200 ini adalah kolaborasi antara KTM Austria dengan Bajaj India, dan basis produksinya pun di India juga. Namun sayang, harganya masih tergolong premium, dikisaran Rp. 65 jutaan.

IMG_5401IMG_5402

 

Lanjut ke sebelahnya adalah stand Yamaha. Model-model yang diusung masih berkisar di Jupiter (sekarang dengan teknologi fuel-injection, “FI”), V-Ixion yang modelnya diperbarui (facelift), serta berbagai matik andalan Yamaha seperti Mio, Soul, Xeon. Buat anda yang cari spot buat background foto, terdapat replika Yamaha M-1 beserta replika Jorge Lorenzo.

IMG_5403IMG_5410

 

Tepan di depan stand Yamaha adalah stand Suzuki. Paling gres di sini adalah Inazuma, satu lagi produk streetfigher yang meramaikan pasar motor premium di Indonesia. Di banderol sekitar Rp. 49 juta, mengusung mesin 250 cc, FI, pendingin cair, knalpot ganda, boleh dibilang motor ini memberikan variasi pada persaingan antara motor-motor premium 250 cc yang rata-rata didominasi tipe full-sport seperti Kawasaki Ninja 250 dan Honda CBR250.

IMG_5416IMG_5424IMG_5432

 

Stand hijau Kawasaki berada tepat di depan stand KTM dan Suzuki. Primadonanya masih New Ninja 250 FI dan Ninja RR 150. Untuk yang kelas super-premium terdapat juga seri ZX dan EN-6. Saya naksir sama Kawasaki Versys yang mengusung konsep supermoto, sangat gagah dan tangguh nampaknya..

IMG_5439IMG_5441IMG_5444IMG_5448

 

Lanjut mengelilingi area pameran, stand box motor SHAD menarik perhatian saya untuk berkunjung sebentar. Box motor dari Barcelona, Spanyol ini modelnya kelihatan kokoh bin kuat, serta sistem penguncian yang diklaim lebih maju setingkat dibanding produk sejenis, terutama pada pengunci base-plate nya. Salah satu kelebihan lainnya adalah adanya cargo strap pada bagian dalam box. Harganya pun cukup bersaing dengan GIVI yang sudah cukup punya nama di Indonesia. Selama pameran terdapat diskon 15%. Menurut penjualnya, model yang best-seller adalah yang kapasitas 48 liter, dengan 2 pilihan warna yaitu putih dan motif karbon, diusung dengan harga sekitar Rp. 1,7 juta (belum dengan diskon).

IMG_5457IMG_5459

 

Lanjut ke pabrikan besar terakhir, yaitu Honda. Di stand ini saya naksir berat ama SPGnya… eh bukan, sama CB150, motor streetfighter 150 cc terbaru keluaran Honda. Mengusung mesin yang serupa dengan CBR150 (DOHC, pendingin cair, FI), jelas bahwa Honda memberikan tantangan bagi Yamaha di kelas 150 cc. Persaingannya sekarang komplit: Honda Megapro VS Yamaha Byson, V-Ixion VS CB150. Sayang tadi saya tanya mbak-mbaknya, pricing nya belum dipastikan, tapi perkiraan awal di level Rp. 20 jutaan. Primadona lainnya adalah skuter premium PCX250 yang saya akui lebih gagah penampilannya dibanding PCX150, membuat saya berpikir ulang untuk ganti aliran ke motor matic.  Di stand Honda ini juga bisa anda temukan simulator mengemudi yang sepertinya sudah jadi ciri khas stand Honda di pameran manapun. Lalu terakhir di stand ini, saya melihat konsep skuter listrik yang diusung Honda seperti pada gambar di bawah ini, ada yang mau mengusulkan ke pak Dahlan Iskan untuk segera direalisasi? Open-mouthed smile

IMG_5469IMG_5489IMG_5505IMG_5514

 

Di sebelah stand Honda persis terdapat stand oli Federal. Silahkan mampir untuk memborong oli buat motor kesayangan anda. Replika motor tim Honda Gresini di stand ini juga bisa anda gunakan buat berfoto bersama.

IMG_5523IMG_5526

 

Secara keseluruhan, walaupun tak semegah biasanya, pameran JMS ini sangat menarik untuk dikunjungi, terutama bila anda sudah pasang niat ingin belanja sesuatu di sini, apakah sekedar aksesoris berkendara saja, atau satu unit motor baru sekalian..

– Jakarta, 2 November 2012 –

N.B: iya, iya, saya tahu, “mana nih laporan cewek-ceweknya? Banyak yang bening gak nih?”. Biar gambar-gambar di bawah yang menjelaskan  Smile with tongue out

IMG_5388IMG_5389IMG_5400IMG_5404IMG_5408IMG_5418IMG_5436IMG_5499IMG_5503IMG_5518IMG_5530IMG_5536IMG_5539IMG_5543IMG_5546

Indonesia International Motor Show, 20-30 September 2012

Salah satu gelaran otomotif terbesar tahunan yang ditunggu tiap tahunnya (selain “Otobursa Tumplek Blek” dan “Jakarta Motor Show”), IIMS, kembali digelar pada akhir September ini. Berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran (atau dikenal sebagai arena Pekan Raya Jakarta), para ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) dan IU (Importir Umum) kembali menawarkan produk-produk otomotif (mobil khususnya) terbaru dan tercanggih. Bila anda berminat untuk membeli mobil baru, ataukah anda seorang pengamat mobil-mobil terbaru (dan teknologi pendukungnya), atau sekedar ingin cuci mata saja melihat para sales girls yang cantik-cantik, silahkan datang ke pameran ini..

Ticket Box

Sejak pagi jam 09.00, sudah terlihat antrian pengunjung mulai mengular di loket karcis (padahal loket baru buka jam 10.00), menandakan animo yang tinggi dari para pengunjung. Sebagai informasi, HTM untuk hari Senin-Kamis sebesar Rp. 20 ribu, Jumat-Minggu Rp. 30 ribu. Anak-anak dibawah 4 tahun dan lansia diatas 70 tahun gratis.

Shuttle Bus Schedule

Akses menuju pameran ini pun semakin dipermudah dengan keberadaan shuttle bus dari pusat-pusat perbelanjaan ternama.

Gerbang Masuk - Gajah TunggalGajah Tunggal - Stand

Gerbang masuk ke area pameran dihiasi gapura persembahan dari Gajah Tunggal, produsen ban ternama dalam negeri. Di sebelah gapura tersebut terdapat standnya. Oh ya, tidak hanya ban mobil, Gajah Tunggal di pameran ini pun mengusung serta ban sepeda motor dibawah label Eneos.

Hino - 700Hino - FL260Mercedez - Truck

Arena outdoor pameran diwarnai dengan showcase berbagai kendaraan niaga seperti bus, mobil semen, truk, dan kendaraan angkut berat lainnya. Produk-produk dari Hino dan Mercedes nampak mendominasi arena outdoor bagian depan. Sedangkan produsen kendaraan berat dari India dan Cina menempati area dekat foodhall.

Acara HardRock FMSubaru - Test Drive

Di area outdoor juga terdapat test drive range dari Subaru, yang juga di co-sponsored oleh sebuah stasiun radio ternama.

Gokart UGM

Di lobby depan Hall C terdapat mobil gokart rakitan Universitas Gajah Mada.

Audi - StandAudi - A8BMW - StandBMW - X3Dodge - Journey 1Dodge - Journey 2Mercedez - StandMercedez - ML350Mercedez - Smart

Hall B ditempati oleh merk mobil-mobil Eropa seperti Mercedes-Benz, Audi, BMW, dan Dodge. Dodge Journey nampak menyedot perhatian banyak pengunjung, mungkin karena kelas MPV (Multi-Purpose Vehicle) adalah salah satu yang diminati oleh konsumen Indonesia.

Mercedez - Stand SepedaMercedez - MTB 40 JutaMercedez - Road Bike 17500 Juta

Mercedes-Benz pun juga menawarkan sepeda di pameran ini. Sepeda? Betul sepeda, anda tidak salah baca kok. Karena buatan Mercedes-Benz, harga yang ditawarkan pun cukup “premium”. Yang tipe road-bike dibanderol Rp. 17.5 juta (normal Rp. 20 juta), sedangkan yang tipe MTB sekitar Rp. 30-40 juta (tergantung spek).

Chevrolet - Spin 1Chevrolet - Spin 2Chevrolet - Spin 3Chevrolet - TrailBlazer 1Chevrolet - TrailBlazer 2Peugeot - 3008Peugeot - RCZTata - StandTata - Nano 1Tata - Nano 2Tata - Nano 3VW - Touran

Sedangkan di Hall C anda bisa menemukan merk-merk seperti Peugeot, Chevrolet, Volkswagen, dan bahkan produsen mobil Tata dari India. Saya melihat bahwa pengunjung nampak tertarik sekali dengan keberadaan Tata Nano yang digadang sebagai mobil termurah sedunia. Sedangkan seri Spin dan Trailblazer dari Chevrolet nampak diminati juga oleh para pengunjung yang berminat dengan kendaraan MPV dan SUV (Sport Utility Vehicle).

Tata - VentureTata - PrimaTata - Nano CNG

Selain Nano, Tata pun membuat kendaraan angkut besar seperti minivan dan truk dibawah seri Venture dan Prima. Oh ya, Nano pun juga ada versi yang menggunakan CNG (Compressed Natural Gas), sebagai salah satu tawaran hemat energi dan ramah lingkungan dari Tata (sesuai tema pameran tahun ini yang bertajuk “Eco-Mobility”).

Ivan Motor - StandIvan Motor - FerrariIvan Motor - Lamborghini

Lalu di semi-permanent Hall A1, A2 dan B, terdapat berbagai stand lepas alias aneka rupa. Salah satunya adalah stand IU “Ivan Motor” yang sudah cukup terkenal di kalangan para penggemar mobil-mobil built-up. Di pameran kali ini yang dipajang adalah Lamborghini dan Ferrari yang saya tidak tahu tipenya apa.

Ink - StandInk - Mirage

Stand helm motor INK juga bisa ditemukan di hall ini. Saya naksir berat dengan INK Mirage seharga Rp. 1,2 juta yang modelnya paruh elang ini.

Hankook - StandHankook - Ban Non Pneumatic 1Hankook - Ban Non Pneumatic 2H;ankook - Goodie Bag

Di stand ban mobil Hankook, saya menemukan sesuatu yang menarik: ban non-pneumatic (tanpa angin), sehingga bisa dikatakan anti-bocor dan anti-kempes. Dengan struktur seperti jaring laba-laba, kekuatan dan kenyamanannya diklaim setara dengan ban pneumatic umumnya. Di stand ini saya juga dikasih goodie bag yang guueeeedeee buaaanggeettt, sangat membantu buat mengumpulkan brosur.

Usaha Car WashHofmann - Mesin Spooring

Masih di area yang sama, berbagai penawaran bisnis terkait otomotif juga bisa anda temukan. Semisal bila anda ingin buka bisnis cuci mobil, salah satu stand menyediakan jasa teknis dan peralatannya. Atau mau buka usaha spooring dan balancing? Anda bisa temukan stand yang menjual mesin spooring Hoffman di area ini.

Velg

Aneka velg untuk mempercantik tampilan mobil anda pun ada.

Jackie - StandJackie - Skuter

Di salah satu stand berjudul “Mr. Jackie”, saya menemukan kendaraan skuter listrik yang sangat menarik. Penjualnya menerangkan sebagai berikut: kapasitas baterai cukup untuk 3 jam perjalanan, kecepatan tempuh 30 km/jam, bisa mengangkat beban orang dewasa sampai 120 kg, dan bobot kendaraan ini sekitar 20 kg. Harganya pun cukup menarik, normal Rp. 4 juta, selama pameran diskon 15%.

Astra Otoparts - Stand

Bila anda ingin cari aki atau komponen lain, stand Astra Otoparts layak dikunjungi.

Mobil-Mobilan

Atau mau melengkapi koleksi model mainan anda? Ada yang jual mobil-mobil model di area ini.

Lalu untuk mobil-mobil Jepang dan mobil-mobil lainnya dimana dong? Tenang, karena pabrikan Jepang dan mainstream menempati dua hall A dan B sekaligus. Toyota, Mitsubishi, Honda, Nissan, Mazda, Daihatsu, Suzuki, Ford, KIA dan pabrikan Geely dari Cina ada di area ini. Kita mulai dari Toyota..

Toyota - StandToyota - 86Toyota - Avanza VelozToyota - Prius

Di stand Toyota, “magnet” yang menarik perhatian saya pertama kali adalah Toyota 86, generasi penerus yang melanjutkan legenda Toyota AE 86 yang biasa anda lihat di anime “Initial D” (kalau anda seorang otaku anime seperti saya Open-mouthed smile ). Lalu model mainstream seperti Avanza, Fortuner, Rush dan lainnya juga nampak di sini. Untuk konsep model ramah lingkungan, masih mengandalkan model Prius dengan teknologi yang makin disempurnakan.

Honda - StandHonda - BrioHonda - Civic 2Honda - CivicHonda - OdysseyHonda - Odyssey 2Honda - Video GameHonda - Video Game 2

Lalu di stand Honda, Civic oranye modifikasi Mugen adalah yang pertama kali menarik perhatian. Dilanjutkan dengan ketersediaan mesin video game simulator balap yang menggunakan mobil-mobil Honda. Untuk segmen MPV, seri Odyssey nampak dikerumuni para calon pembeli potensial. Disusul dengan sedan kompak Brio.

Mitsubishi - StandMitsubishi - Outlander SportMitsubishi - Mirage

Di stand Mitsubishi, primadonanya adalah Outlander Sport dan Mirage yang baru saja dirilis kurang lebih sebulan yang lalu.

Infiniti - Red Bull Vettel

Replika mobil F1 tim Red Bull yang diboyong stand Infiniti nampak dikerumuni para pengunjung yang ingin foto bareng.

Subaru - BRZ 1Subaru - BRZ 2

Maket transparan konfigurasi mesin boxer dari Subaru BRZ juga menjadi magnet perhatian para pengunjung.

Nissan - EvaliaNissan - GTRNissan - Leaf 1Nissan - Leaf 2Nissan - Leaf 3

Nissan Evalia nampak menjadi sasaran calon pembeli yang menginginkan MPV berkapasitas maksimal. Sebuah Nissan GTR menjadi ikon yang menarik buat background foto para pengunjung di stand Nissan ini. Sedangkan untuk konsep mobil ramah lingkungan, Nissan mengandalkan konsep mobil listrik LEAF. Nampak disini disertakan juga prototipe stasiun pengisian ulangnya.

Geely - StandGeely - TX4 1Geely - TX4 2KIA - Sorento

Dari segmen manufaktur non-Jepang, Geely dan KIA adalah yang menarik perhatian saya. Kenapa? Dari stand Geely, mata saya terpaku pada model TX4 yang mirip-mirip tipis dengan Bentley klasik, terutama di bagian front grill nya. Sedangkan SUV Sorento dari KIA adalah SUV berfitur komplit dengan harga yang cukup atraktif, setidaknya bila dibanding dengan model-model dari manufaktur Jepang dan Eropa..

Suzuki - StandSuzuki - Swift Sport

Stand Suzuki, saya tadi tidak melihat sesuatu yang baru. Model yang ditawarkan masih berkisar antara Swift, Vitara, dan yang terbaru Ertiga. Swift kuning sedikit membangkitkan kenangan kalau dulu saya pernah jadi parkir valet pribadi seseorang, cuma bedanya dia memakai Swift warna merah, hehehe Open-mouthed smile

Mazda - StandMazda - 2Mazda - BianteMazda - CX5

“Zoom…zoom..vroom..vroom..”, saya menjejakkan kaki di stand Mazda rupanya. Mazda 2 yang kompak dan sporty cocok untuk anda yang berjiwa muda dan mendambakan mobil berperforma semi-sport. Model Biante adalah MPV mainstream, yang bentuknya mengingatkan saya pada Honda Freed. Sedangkan CX-5 adalah SUV bagi anda yang berjiwa petualang. Bentuk grill depannya agak mirip dengan Mitsubishi Outlander Sport, pesaing langsung kah?

Daihatsu - UFC 1Daihatsu - UFC 2Daihatsu - UFC 3Daihatsu - DRDaihatsu - Sirion

Kejutan terbesar buat saya di pameran ini malah datang dari Daihatsu. Model konsep UFC (konon desainernya adalah orang Indonesia lho!) benar-benar fresh. Kapasitasnya lega seperti MPV, tapi tampilannya sporty seperti SUV, ditambah dengan interior yang simpel tapi futuristik, keren pokoknya. Sedangkan DR adalah konsep mini-coupe 2 penumpang yang bisa menggerogoti pangsa pasar Mini Cooper. Model mainstream seperti Sirion juga nampak laris dikunjungi para calon pembeli di stand Daihatsu ini.

 

Meninggalkan pameran ini untuk kembali ke rumah, saya baru menyadari sesuatu: kok tadi tidak melihat mobil SMK karya siswa-siswa Solo yang beberapa bulan lalu sempat bikin heboh, atau mobil listrik produksi dalam negeri yang dipromosikan pak Dahlan Iskan beberapa waktu yang lalu ya? Kalau anda melihatnya, tolong kabari saya ya..

 

– Jakarta, 22 September 2012 –

Desain.ID 2012, Indonesia International Interior Design Exhibition & Forum, 5 – 8 September 2012

IMG_4409

Apakah anda seorang desainer interior? Apakah anda sedang berencana merombak interior kediaman anda? Apakah anda seorang peminat desain interior yang sedang mencari ide-ide baru?

Bila jawaban atas salah satu tiga pertanyaan di atas adalah “ya”, berarti anda tidak boleh melewatkan pameran “Desain.ID 2012” yang diadakan di JCC pada awal bulan September ini.

Mengambil dari keterangan resmi dari website-nya (www.desain-id.com), pameran ini diadakan oleh HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia), diselenggarakan 2 tahun sekali, dan menyajikan berbagai desain inovatif dari para pelaku terbaik industri ini, khususnya para desainer dari Indonesia, dan bertujuan untuk memperoleh sinergi, kesadaran dan apresiasi yang lebih baik dalam bidang ini.

Di lobby Hall A, saya disambut oleh “seorang” virtual guide hasil kreasi 3M. Pertama saya kira ini adalah hasil proyeksi hologram, tapi ternyata adalah proyeksi pada display khusus beresolusi tinggi dan berukuran cukup tipis. Saya membayangkan aplikasi ke depannya adalah sebagai guide pada museum, stasiun, dan tempat-tempat pelayanan publik.

IMG_4455IMG_4456IMG_4457

 

Salah satu hasil kreasi 3M lainnya adalah mural logo pameran yang disusun dari banyak Post-It berwarna-warni. Terpikir untuk melakukan hal yang sama di dinding kantor, kira-kira dimarahin manajemen gak ya? 😀

IMG_4453IMG_4454

Masuk ke arena utama pameran, nampak berbagai stand menyajikan desain-desain interior termutakhir (dan teknologi-teknologi terbaru pendukung desain interior), baik untuk tempat tinggal atau pun tempat kerja. Karena “gambar mengatakan beribu kata”, silahkan anda melihat berbagai contoh di foto-foto berikut..

IMG_4363IMG_4369IMG_4370IMG_4371IMG_4387IMG_4388IMG_4389IMG_4395IMG_4397IMG_4404IMG_4407IMG_4408IMG_4413IMG_4427IMG_4429IMG_4430IMG_4439IMG_4440IMG_4447IMG_4448IMG_4449IMG_4450IMG_4452

Juga ada stand-stand dari perguruan-perguruan tinggi yang menawarkan bidang studi terkait. Bila anda seorang alumnus, lumayan buat tukar kangen Open-mouthed smile

IMG_4415IMG_4416IMG_4444

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah stand yang menyajikan “3D interior design”. Dengan penambahan elemen-elemen gambar 2D, kedalaman ruang bisa lebih diperluas. Sangat kreatif..

IMG_4378IMG_4380IMG_4381IMG_4382

Desain interior tentunya tidak lepas dari karya-karya instalasi, sehingga di pameran ini anda akan banyak melihat berbagai karya instalasi yang unik dan menarik.

IMG_4367IMG_4373IMG_4386IMG_4390IMG_4391IMG_4392IMG_4402IMG_4405IMG_4406IMG_4414

Dan tentunya aksesoris-aksesoris pemanis interior juga bisa anda temukan di sini. Contohnya adalah radio antik ini..

IMG_4385

..Atau ornamen-ornamen keramik seperti piring dan guci pun juga bagus untuk mempercantik interior kediaman anda.

IMG_4433IMG_4441IMG_4442

Printed wallpaper bergambar orangutan (atau gorila ya? saya tidak bisa membedakan antara satu spesies primata dengan lainnya, hehehe) cocok dengan trending topic tahun ini..

IMG_4425

Salah satu stand menawarkan inovasi CAD (Computer-Aided Design) khusus untuk desain interior, sudah dilengkapi teknologi 3D lho! Surprised smile

IMG_4398IMG_4399IMG_4400

Ketika mengunjungi pameran ini, kebetulan sedang ada acara talkshow, dengan pembicaranya adalah ibu Imelda Akmal, nama yang tidak asing lagi bila anda seorang arsitek atau pun desainer interior. Saya sering lihat buku-buku hasil karya beliau di toko-toko buku kesayangan. Saya tidak mengikuti utuh acara talkshow ini, tapi ada 2 hal yang sekilas saya tangkap dari beliau:

  1. Masih kurangnya buku-buku arsitektur dan desain interior karya penulis Indonesia. Para mahasiswa desain interior di sini umumnya masih mengkonsumsi karya-karya penulis luar

  2. Bahwa iklim cuaca Indonesia sangatlah baik, membuka berbagai kemungkinan kreasi desain yang tidak dapat diterapkan di negara-negara lain.

IMG_4410

 

Lalu di lobby belakang (yang ada cafe-nya), diperagakan karya-karya yang masuk penjurian HDII Award untuk meraih penghargaan desain interior terbaik dalam berbagai kategori. Beberapa saya tampilkan di sini..

IMG_4417IMG_4418IMG_4419IMG_4421IMG_4422IMG_4423

Bagi anda yang ingin menambah buku mengenai arsitektur dan desain interior, terdapat berbagai stand yang perlu anda kunjungi.

IMG_4438IMG_4445IMG_4446

Bila anda berminat untuk mendapatkan sertifikasi profesi desain interior dari HDII, silahkan mengunjungi stand mereka untuk informasi lebih lanjut, atau langsung menghubungi kontak resmi mereka.

IMG_4434IMG_4435

Mohon maaf, karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat observasi lebih mendalam pada pameran ini, misalnya menanyakan harga jasa dll. 😦

Akhir kata, seperti yang di awal saya katakan, jangan lewatkan pameran ini bila anda adalah salah satu pelaku mau pun peminat desain interior.

– Jakarta, 5 September 2012 –